DHP-WEB.COM | Kebersihan Laut untuk Pariwisata Kepulauan Seribu

Masukkan kata kunci pencarian pada kotak pencarian di atas, kemudian tekan Enter. Atau tekan Esc untuk keluar.

 

.:: COMING SOON ::.

 

Kebersihan Laut untuk Pariwisata Kepulauan Seribu

Hal yang saat ini dibutuhkan bagi pengembangan wisata selam di Kabupaten Kepulauan Seribu adalah menanamkan kepada masyarakat bahwa ekosistem laut perlu dijaga. Sampah merupakan salah satu pencemar laut yang paling nyata dan penanggulangannya membutuhkan kerjasama komunitas, tidak hanya bagi yang berada di Kabupaten Kepulauan Seribu namun juga yang ada di lima kotamadya Jakarta lainnya.

“Kepulauan Seribu adalah aliran terakhir dari 13 sungai. Masyarakat yang di darat buang sampah, belum lagi, wisatawan juga membawa sampah makanan, minuman rokok dan sebagainya. Ini perlu kita edukasi bersama,” kata Budi Utomo pada kegiatan Pelatihan Dasar Kompetensi Diving Bagi Jurnalis di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (13/5).

Hampir 70% sampah yang dibuang ke laut adalah plastik sehingga ini sangat menganggu kenyamanan para peselam. Belum lagi, jenis sampah seperti ini berbahaya bagi ikan.

“Oleh karenanya kita akan giatkan agenda bersih laut jadi agenda rutin bagi komunitas masyarakat yang peduli akan lingkungan. Selama ini Pemkab Kepulauan Seribu melakukan kegiatan ini dengan swadaya, ada bantuan dari CSR perusahaan yang berfungsi sebagai stimulan. Kebersihan laut jangan hanya jadi tanggung jawab petugas kebersihan, kami ingin masyarakat juga terdorong karena kami sadar bahwa kebersihan laut itulah yang membuat Kepulauan Seribu semakin baik,” tambahnya.

Selain itu, Budi Utomo juga menyatakan bahwa infrastruktur adalah hal yang sedang didorong untuk saat ini. Sebagai wilayah terdepan ibukota dan juga area pertahanan, menurutnya, Kabupaten Kepulauan Seribu harus memiliki infrastruktur yang representatif.

“Rencana induk pelabuhan sedang didorong di Muara Angke, sementara pintu masuk ke Kepulauan Seribu saya usulkan di Bahtera Jaya, dahulu ada di Pantai Samfur,” lanjut Budi Utomo.

Kabupaten Kepulauan Seribu sendiri adalah rumah bagi 50 titik spot diving yang belum seluruhnya dieksplor. Tercatat ada 110 pulau di kabupaten ini dan setiap tahunnya mampu mengundang sekira 200-300 ribu wisatawan mancanegara. Umumnya mereka berasal dari Malaysia, Singapura, Tiongkok dan Australia dengan rata-rata lama tinggal sekira 3-4 hari. Pulau Macan adalah pulau yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

“Bali dan Lombok memang tempat yang sangat indah tapi Kepulauan Seribu tidak kalah indah dan juga strategis, untuk para peselam, kami melihat bahwa Kepulauan Seribu bisa dijadikan pilihan untuk diving. Kabupaten Kepulauan Seribu menyediakan tempat-tempat diving terbaru dan kami ingin ini diinformasikan,” katanya.

Pihak pemkab baru tahun ini mendata terhadap masyarakat di Kabupaten Kepulauan Seribu yang memiliki keterampilan diving. Sudah diberikan sekira 10 sertifikat kepada penduduk yang bertugas sebagai pengawas pulau-pulau, seperti di Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, Pulau Kelapa dan Pulau Untung Jawa. Jumlah petugas ini baru saja dirintis dan akan terus dikembangkan.

Sumber: http://pesona.indonesia.travel/berita/kebersihan-laut-untuk-pariwisata-kepulauan-seribu/