Masukkan kata kunci pencarian pada kotak pencarian di atas, kemudian tekan Enter. Atau tekan Esc untuk keluar.

 

.:: COMING SOON ::.

 

Tips Memilih Powerbank yang Tidak Rawan Meledak

Tidak semua powerbank dibuat dengan kualitas yang sama. Banyak juga yang abal-abal dan mengabaikan tingkat keamanan. Bagaimana memilih powerbank yang aman?

Pengamat gadget Lucky Sebastian menyebutkan, tak bisa dipungkiri bahwa powerbank dibutuhkan pengguna zaman sekarang. Hampir semua pemilik smartphone memilikinya, untuk backup charging saat jauh dari colokan listrik.

Kondisi ini tentu menjadi pasar menggiurkan untuk menawarkan powerbank dengan berbagai kapasitas dan varian harga. Banyak orang pasti tergoda barang murah tapi bagus. Atau dalam konteks powerbank, sering dibujuk dengan kapasitas besar namun harga murah.

“Masalahnya kapasitas baterai ini bukan seperti botol air minum yang kita bisa lihat dan ukur apakah benar isinya sesuai,” kata Lucky, Selasa (13/3/2018).

Pasalnya, menurut Lucky, powerbank terbungkus dalam casing sehingga kita tidak tahu jeroannya. Jadi jangan heran, ada powerbank abal-abal yang terasa berat, ketika dibuka ternyata isinya ditambah dengan pemberat bahkan pasir, sementara isi baterainya sendiri sedikit.

Aturan membawa powerbank ke pesawat yang baru diterbitkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, tak hanya membuat konsumen mulai memperhatikan kapasitas powerbank, tetapi juga kualitas powerbank itu sendiri.

Dijelaskan Lucky, baterai lithium yang sekarang banyak digunakan memang bisa meledak jika terkena panas berlebih atau short circuit. Baterai jenis ini tak hanya dipakai di smartphone ataupun laptop, tetapi juga powerbank dan drone yang sering dibawa berpergian.

Berikut adalah tips memilih powerbank yang baik:

Semakin besar kapasitas akan semakin mahal
Sama seperti kita memilih baterai biasa, misalnya untuk baterai ukuran AAA ada berbagai merek. Ukuran fisiknya sama, tetapi kita tahu bahwa salah satu merek tak hanya lebih mahal tetapi juga daya tahan baterainya lebih lama.

“Powerbank juga demikian, ada merek-merek yang kita bisa lebih percaya, bahwa merek tersebut memang berpengalaman dengan urusan baterai powerbank, dan selama ini kualitasnya selalu jaminan,” terangnya.

Sertifikasi

Seperti smartphone yang harus punya izin postel, di beberapa negara maju juga mengharuskan barang-barang tertentu untuk bisa dijual di negara mereka harus melalui sertifikasi, termasuk powerbank.

“Misalnya kalau Amerika akan lewat izin FCC, Eropa dengan izin EC, sertifikasi Battery Charger dengan logo BC. Logo sertifikasi tersebut setidaknya menandakan powerbank ini mempunyai standar internasional,” rincinya.

Namun dijelaskannya, bukan berarti powerbank yang tidak memiliki logo tersebut tidak bagus. Karena, tidak semua brand dibuat dan dijual untuk pasar seperti Amerika atau Eropa.

“Jadi kalau merek tertentu tidak ada logo FCC atau EC, mungkin itu versi yang tidak dipasarkan untuk Amerika atau Eropa. Di Indonesia sendiri sepengetahuan saya belum ada standar untuk sertifikasi powerbank, lebih untuk device yang memancarkan atau menerima sinyal seperti WiFi atau Bluetooth,” papar pria asal Bandung ini.

Uji Kapasitas

Cara paling gampang bagi orang awam untuk memilih powerbank yang aman dan baik adalah dengan menguji kapasitasnya. Jika kapasitas sudah benar, kemungkinan powerbank ini bukan abal-abal.

“Misalnya powerbank 10.000 mAh dan baterai smartphone kita 5000 mAh, bukan berarti bisa mengisi 2 kalinya, karena ada beda voltage,” kata Lucky.

Dari kapasitas 10.000 mAh powerbank, kira-kira kapasitas aslinya yang bisa ditransfer ke smartphone sekitar 70-75%. Jadi kalau smartphone kita baterainya 3.500 mAh, setidaknya bisa untuk dua kali mengisi baterai penuh.

“Jika satu kali mengisi sudah habis, atau bahkan tidak penuh, ini mungkin abal-abal,” ujarnya.

Beli di toko resmi
Lucky mewanti-wanti agar konsumen menghindari barang palsu. Banyak sejumlah merek powerbank ternama dipalsukan dan beredar versi abal-abalnya.

“Misalnya harga powerbank brand tertentu aslinya bisa Rp 500-800 ribu, kemudian ada yang jual Rp 200 ribu. Tempting tapi secara logika, kemungkinan besar palsu,” terangnya.

Untuk itu, Lucky mengingatkan agar konsumen tak mudah tergiur dan mengedepankan logika. Dia juga menyarankan agar membelinya di toko resmi.

“Baiknya beli di toko resmi brand powerbank tersebut atau online store yang menjamin keaslian barang. Perhatikan juga, powerbank yang benar punya garansi setidaknya 6 bulan,” tutupnya.

Sumber: https://inet.detik.com/cyberlife/d-3914600/tips-memilih-powerbank-yang-tidak-rawan-meledak