Masukkan kata kunci pencarian pada kotak pencarian di atas, kemudian tekan Enter. Atau tekan Esc untuk keluar.

 

.:: COMING SOON ::.

 

HOAX: Pertanda Alam, Kera Putih Mulai Turun dari Gunung Agung

Seekor kera putih berhasil diselamatkan saat turun dari gunung agung. Namun karena liar pihak pecinta alam dan pelindung satwa terpaksa membius dan menempatkannya ditempat khusus. Saat ini aktivitas gunung agung terus meningkat. Berdasarkan data pos pengamatan gunung api agung pusat vulkanologi mitigasi bencana (PVMBG) badan geologi, kementrian ESDM bahwa gunung terlihat jelas hingga kabut 0-II.

Baru-baru ini masyarakat disekitar Gunung Agung di kabupaten Karang Asem Bali dihebohkan oleh foto dan pemberitahuan di media sosial mengenai tertangkapnya seekor kera putih sebagai pertanda erupsi. Namun, pemberitaan tersebut dianggap sebagai hoax oleh koordinator Bali Rumah Singgah Satwa, Tio Ross. Menurutnya, foto kera putih yang dalam pemberitaan ditangkap kemudian tersebar di media sosial bukanlah kera putih liar yang turun dari lereng Gunung Agung. “kera putih yang difoto itu adalah dokumentasi kami, itu milik tokoh spiritual, Ashram Ratu Bagus yang dititipkan ke Bali Rumah Singgah Satwa.

Tio merasa perlu mengklarifikasi pemberitaan titu. Karena hoax tersebut telah menyebar pada para pengungsi. Klarifikasi ini penting agar tidak menimbulkan kepanikan dan terjadi kesalahan informasi ditengah kewaspadaan bencana. Ia pun menyayangkan pihak portal berita online yang mengambil foto dokumentasi Bali Rumah Singgah Satwa dari media sosial miliknya, kemudian menjadikannya kabar berita yang tidak tepat tanpa mengklarifikasi sama sekali dengan pihaknya.

Berdasarkan informasi beredarnya foto mengenai turunnya kera putih sebagai pertanda erupsi Gunung Agung di media sosial beberapa waktu lalu dipastikan adalah hoax.

Sumber:

  • http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/10/02/ox693k409-info-adanya-kera-putih-tanda-erupsi-gunung-agung-adalah-hoax
  • https://www.merdeka.com/peristiwa/kera-putih-gunung-agung-ternyata-milik-padepokan-asram-yang-dievakuasi.html